Batik Zabai Collection Banyak Diminati Warga Kawanua
MANADO, helonesia.com- Pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki potensi besar untuk diekspor dan tak kalah saing dibandingkan dengan produk dari negara lainnya.
Salah satu pelaku UMKM yang berhasil menggeluti usaha di Sulawesi Utara (Sulut) adalah Faridah Mokoagow-Alkatiri pemilik Zabai Collection yang bergerak di bidang produksi batik dan kerajinan.
Faridah mengatakan dirinya memulai bisnis dengan memproduksi batik sejak tahun 2020 dan mulai memproduksi produk kerajinan pada 2021.
“Kita masih berjuang untuk membuat batik menjadi suatu kebanggaan masyarakat Sulut. Kenyataan sekarang, kita belum bangga dengan batik. Masyarakat lebih bangga pada barang branded sehingga masih perlu kerja keras,” kata Istri AKBP (Purn) Samsurijal Mokoagow.
Lanjutnya, upaya yang dimaksud di antaranya, memperluas jangkauan pemasaran produk, melakukan inovasi produk batik karakter kedaerahan (Sulut), jaminan ketersediaan bahan baku hingga dalam memperoleh kemudahan regulasi terkait pemasarannya.
“Batik kami, diproduksi di Manado, dengan menggunakan karyawan dari Putra dan putri asal Sulut, dan mereka ada yang sebagai pelajar SMK, bahkan ada yang sebagai ojek online,” ungkapnya.
Farida mengatakan, untuk produk kerajinannya kebanyakan dibuat dari sabuk kelapa dan karung goni. Saat itu, Faridah melihat banyak sabuk kelapa yang cukup banyak dan bingung mau dibuat apa. Akhirnya, dia berpikir menciptakan produk baru dengan mengkombinasikannya dengan kerajinan pembuatan tas untuk hiasan.
“Alhamdulillah setelah membuat kerajinan, dapat order dari beberapa pelanggan, apalagi, tas yang dihasilkan terlihat unik,” tuturnya. (“””)

