DPP Kerukunan Keluarga Nusa Utara Indonesia Resmi Terbentuk
MANADO, helonesia.com-Dewan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Nusa Utara Indonesia disingkat KKNU-I, Resmi terbentuk, rapat diawali dengan Do’a Oleh Pdt. DR. (Can) Irwan Hasan, SE. M.Th, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kepengurusan KSB. KKNU-I adalah Organisasi Kemasyarakatan yang bercorak Suku Adat dan Budaya dari Utara bagian timur Indonesia, yang menghimpun kekuatan untuk meningkatkan kualitas hidup serta Peningkatan Ekonomi, Sosial, Sumber Daya Manusia Untuk kesejahteraan masyarakat baik yang ada di ke-3 Kabupaten yaitu Sitaro, Sangihe maupun Talaud, serta Masyarakat Diaspora yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai di selur penjuru Dunia dengan falsafah dan semboyan hidup sesuai Sub Etnis masing-masing, Sitaro dengan. Pakatiti Tuhema, Pakanandu Mangena, Boleng Balang Singkahindo”. Sangihe, Somahe Kai Kehage dan Talaud dengan Sansiote San Pate-Paate.
Lahirnya Organisasi ini bukan tanpa dasar dan latar belakang serta maksud dan tujuan, namun lebih dari itu karena daerah Nusa Utara sudah dikenal sejak zaman bangsa-bangsa Eropa ketika datang sebagai penjajah, mulai dari Portugis, Spanyol, Holandia/Belanda sampai Inggris yang berlayar sejauh ribuan kilometer hanya untuk menemukan emas hitam “rempah-rempah” yaitu Pala, Cengkeh dan Kopra (kelapa) dari segi Ekonomi, kehidupan masyarakat petani bergantung pada hasil komoditi yang memiliki kualitas Ekspor ke manca negara.
Secara Geografis letak Pulau-pulau yang dihuni oleh ke-3 Sub Etnis Nusa Utara tersebut, adalah merupakan jalur pelayaran Dunia, sejak dahulu kala baik jalur Utara ke Selatan Asia Australia maupun dari Timur ke barat..Asia-Amerika serta sumber daya kelautan yang tidak diragukan lagi.
Organisasi kemasyarakatan KKNU Indonesia ini hadir secara Geo-politik adalah sebagai Benteng Pertahanan dan Keamanan karena Berbatasan langsung dengan Negara-negara seperti Philipina, bagian paling Utara Jepang, China, Korea. Untuk ke Negara tetangga Philipina yang hanya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih lima sampai enam jam saja jika menggunakan “pamboat” dari Pulau terluar yaitu miangas dan Marore.
Menurut Sekertaris Timn11-Tim POKJA, Fenly Sigar SE. SH.MM. M.Pd, Kepengurusan DPP KKNU-INDONESIA akan berpusat di Manado, untuk Komposisi kepengurusan yaitu KSB masing-masing sudah terwakili, untuk. Ketua Umum DR. Hendrik Manossoh, SE.AK, M.Si, sub Etnis Sangihe, Sekertaris Jendral AKBP (Pur) Pieter Sasundame, SH, sub Etnis SITARO dan Bendahara Kandidat Doktor Pdt. Irwan Hasan, M.Th.
“Setelah selesai pembentukan KSB, dan komposisi pengurus lainya langkah langkah selanjutnya adalah pembuatan Akta Notaris sampai pada Kementerian Hukum, tuk mendapat legalitas yaitu Surat Keputusan Terdaftar dari kementerian Hukum agar kepengurusan mulai dari DPP, DPD I, DPD II, PAC bahkan sampai ke kelurahan dan Desa (DP-Lur/DP-Des),” terang Sigar.
Dirinya menerangkan, Kerukunan Keluarga Nusa Utara (KKNu-I) sudah memiliki pendukung kurang lebih 450-500 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda baik Pendidikan, Pekerjaan, maupun ASN, TNI/POLRI, semua bisa masuk sebagai anggota secara bebas dan suka rela.
“Rapat Pembentukan pengurus DPP KKNU-I dilaksanakan di Resto & Cafe “Kopi-Rotee” Desa Kamangta Kecamatan Tombulu kabupaten Minahasa Utara dalam suasana akrab dan kekeluargaan,” jelasnya
Rapat akhirnya ditutup dengan Do’a oleh Pnt, Jusak Wallo, SH. setelah itu dilakukan pengambilan gambar-photo bersama. (***).


