Astaga, Makam Ratu Boki di Siau Dirusak
MANADO,helonesia.com-Berlatar memindahkan makam Ratu Boki Permaisuri Kerajaan Siau Abigael B. Kansil Ponto, maka keluarga keturunan Boki melaporkan permasalahan ini ke Polres Sitaro.
Pengrusakan dan peminggiran makam Boki Ratu Permaisuri Kerajaan Siau Abigael B. Kansil Ponto, dilakukan
Pada tgl 16 Agustus, 2022, yang diduga dipelopori oleh Bob N. Janis yang menjabat sebagai Ketua Komisi Pembangunan Gereja GMIST Ulu Siau.
Dirinya ditengarai memerintahkan perusakan dan peminggiran makam Boki Kerajaan Siau, dari halaman tengah gereja ke pinggir pagar tembok gereja.
Terkait pengerusakan makam, pada Tgl 30 Agustus 2022, keluarga keturunan Boki yaitu Elizabeth Kansil dan Paulus Ponto melapor pengrusakan makam tersebut kepada Polres Sitaro. Pada tanggal 12 September 2022, laporan pengrusakan makam Boki, mendapat
Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Polres Sitaro.
John Suoth-Kansil yang juga keturunan dari keluarga Boki menerangkan,
semua tukang gali kubur sudah dipanggil Polres.
“Namun dalam proses pemanggilan dari Polres, Bob N. Janis selalu mangkir dari panggilan Polres Siau. Kita sekarang sudah mengadu ke Ombudsman RI dan Sulut dan sementara diproses,” terang John. (5/04/2022).
Ia menyayangkan Polres Siau yang telah SP2HP dan terkesan pembiaran, terkait kasus pembongkaran makam. Kami sudah melaporkan hal ini ke Polda Sulut melalui Kapolda.
“Sementara ini, Kapolda Sulut masih terus mendalami kasus ini. Semoga makam Boki Kerajaan Siau bisa dikembalikan ke posisi semula,” harapnya.
Lanjutnya, kami berharap Sinode GMIST bisa membantu kasus pengrusakan makam ini.
“Semoga Ketua Sinode GMIST Pdt. Welman Boba bisa membantu juga dalam kasus ini, karena makam di halaman gereja GMIST Ulu Siau sejak bulan Juli 2022, sudah diproses untuk jadi cagar budaya oleh Pak Faiz dari Balai Cagar Budaya,” ungkap John. (***)



