Perayaan Natal KKH “Christmas Celebration” Dihadiri Gubernur Malut
MANADO, helonesia.com- Kerukunan Keluarga Besar Halmahera (KKH) menggelar Perayaan Natal Bersama Tahun 2022. Perayaan yang dihadiri ratusan warga Halmahera yang berdomisili di Sulut ini, dikemas dalam “Christmas Celebration” dan digelar di Graha Gubernuran Sulut. Selasa, (27/12/2022).
Perayaan ‘Christmas Celebration” dominan dihadiri mantan pengungsi Maluku Utara (Malut) yang berasal dari Halmahera.
Adapun tema diusung dalam perayaan Natal KKH adalah : Karena itu sempurnakanlah, sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. (Filipi 2 : 2).
Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutannya, yang diwakili Kadis Kebudayaan Sulut Jani Lukas mengatakan, Pertemuan bernuansa sukacita dan kebahagiaan yang dikemas dalam Perayaan Natal bersama Kerukunan Keluarga Besar Halmahera ini, diyakini mampu menjadi ajang untuk melembagakan komitmen kebersamaan.
“Memperkokoh persatuan dan kesatuan, meningkatkan kualitas persaudaraan dan kekeluargaan Halmahera, serta memberi jiwa dan warna pada kehidupan kita sebagai bangsa dan negara yang bermasyarakat majemuk,” ujar Kadis Lukas.
Lanjutnya, Saya atas nama Gubernur Sulut mengucapkan Selamat Natal Tahun 2022, serta Selamat menyongsong Tahun Baru 2023.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati, serta menuntun dan menyertai setiap karya dan kerja dalam membangun daerah dan bangsa tercinta,” harap Kadis Lukas.
Dalam perayaan Natal KKH, turut dihadiri
Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba, dalam sambutannya Ia mengatakan, ada suatu kerinduan, kalau saya harus mengunjungi kabupaten/kota di Malut, namun mengunjungi Sulut bersama keluarga besar Halmahera, merupakan kebanggaan tersendiri.
“Walaupun cuaca buruk, saya harus ke Manado untuk bertemu dan merayakan Natal bersama KKH,” ungkap Gubernur Kasuba.
Kami bersama Gubernur Olly, lanjut Gubernur Kasuba, sudah sepakat untuk bertemu di acara Natal Kerukunan Keluarga Besar Halmahera.
“Namun, saya memaklumi, menjadi Gubernur banyak tugas, jadi walaupun diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, tetap saya anggap telah dihadiri gubernur,” jelas Gubernur Malut.
Saya, ungkap Gubernur Malut, berterima kasih kepada warga Sulut yang bisa menerima para pengungsi dari berbagai daerah yang terkena konflik.
“Bagi saya Sulut terbaik, bisa menampung orang susah, jadi saya anggap luar biasa bagi Sulut,” tutup orang nomer satu di Malut ini. (***)



