RS MWM Minut Terus Berbenah, Terapkan SIMRS dan Penambahan Sejumlah Fasilitas
AIRMADIDI, helonesia.com – Belum setahun DR dr Joice Katuuk M.Kes menjabat Direktur Utama (Dirut) RSUD Maria Walanda Maramis (MWM), seiring berjalannya waktu berbagai pembenahan terus dilakukan, bahkan semakin nampak.
Langkah perubahan ini merupakan komitmen dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima dan bermutu sebagai RS Rujukan Regional II, menuju RS Periwisata berbasis Digital tahun 2026.
Hal ini diakui orang nomor satu di Minahasa Utara (Minut), Bupati Joune Ganda SE MAP MM MSi saat melaunching layanan RS berbasis digital, Sistem Management Rumah Sakit (SIMRS), dirangkaikan dengan peresmian ruang perawatan gangguan perilaku & emosional dan ruang instalasi pemulasaran jenasah, berlangsung di lapangan parkir RSUD MWM, Senin (09/10/23).
“Sekitar enam bulan lalu, Saya hadir di rumah sakit ini. Sekarang RSUD Maria Walanda Maramis benar-benar telah berubah,” sebut Bupati Joune Ganda (JG) mengawali sambutannya.
Menurut Bupati JG, kini pelayanan telah menerapkan sistem digital mulai dari proses registrasi dst. Dengan sarana berbasis digitalisasi serta fasilitas pedukung lainnya yang tersedia, diharapkan pelayanan akan semakin baik, lebih cepat dibandingkan sistem manual.
“Saya imbau seluruh petugas medis secepatnya menyesuaikan diri. Siapapun yang bertugas di rumah sakit ini harus mampu mengikuti sistim,” harap JG.
Selain melaunching penerapan SIMRS, Bupati Joune Ganda juga meresmikan ruang perawatan gangguan perilaku & emosional, termasuk peresmian ruang instalasi pemulasaran jenasah.
“Ini ruangan-ruangan baru, sebelumnya tidak ada. Kita bersyukur, sebab sarana atau fasilitas yang ada sekarang ini akan sangat menunjang tugas pelayanan bagi masyarakat,” imbuh bupati.
Sementara Dirut RSUD MWM, DR dr Joice Katuuk M.Kes menjelaskan soal fasilitas penunjang sebagai sarana layanan umum rumah sakit terus dibenahi, salah satunya dengan terobosan transformasi kesehatan dengan menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berbasis digital.
Disebutkan dr Joice, penggunaan sarana ini tentunya membawa pengaruh sebut saja perubahan budaya kerja sdm, optimalisasi standar pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung misi ke-empat Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda dan Kevin W. Lotulung (JG-KWL) perihal pemanfaatan teknologi informasi.
“Visi-misi JGKWL sejalan dengan peraturan menteri kesehatan No.24 tahun 2022 mewajibkan rekam medis menggunakan sistem elektronik sebagai dokumen fasilitas layanan kesehatan. Kini sistem pelayanan RSUD Maria Walanda Maramis telah menerapkan SIMRS,” sebut dr Joice.
“Penggunaan sarana ini juga sangat mudah. Ketika masyarakat ingin berobat tinggal mengisi data sesuai petunjuk lewat monitor layar sentuh. Bahkan ada operator yang siap membantu,” tambah Dirut RSUD M.Walanda Maramis.
Turut hadir di acara Sekda Minut Ir Novly Wowiling MSi, Asisten III Drs Rivino Dondokambey, Kadis Kesehatan dr Stela Safitri, Kajari Minut Yohanes Priyadi SH MH, Wakapolres Minut Kompol Daniel Korompis SE mewakili Kapolres, Dirut PUD Klabat Fredy Ratumbanua serta undangan lainnya. (*/marpol)

