Kompas Hadir, Hidupkan Kearifan Lokal di Sitaro
SITARO, helinesia.com– Berlatar menjaga kearifan lokal, adat dan budaya di Kabupaten Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro), serta menjadikan Sitaro sebagai Kabupaten yang diperhitungkan di Nusantara, maka sekumpulan orang dengan satu persepsi membentuk Komunitas Peduli Adat Sitaro (Kompas).
Ketua Kompas Ervan Moco Baharuddin mengatakan, kearifan lokal adalah ciri khas etika dan nilai budaya dalam masyarakat lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi.
“Komunitas kami mengedepankan asas kebudayaan dan kearifan lokal, di Sitaro yang dikenal dengan Kabupaten kepulauan, hal ini harus kita lakukan agar tidak hilang dan tergerus dengan budaya mondern saat ini” sebut Capt Moco (nama panggilan), Sabtu ( 07/04/2024).
Dirinya menjelaskan, banyak tradisi yang sudah hilang di Sitaro, padahal kearifan lokal adalah suatu kebenaran yang telah mentradisi dalam suatu daerah. Kearifan lokal adalah perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada.
“Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti yang luas. Kearifan lokal adalah produk budaya masa lalu yang patut dijadikan pegangan hidup secara terus-menerus. Meskipun bernilai lokal, tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal,” tegasnya.
Senada diucapkan Sekretaris Kompas Sonny Dauhan, Ia menyayangkan ada beberapa budaya dan tradisi di Sitaro yang telah hilang.
“Demi melestarikan budaya, maka tradisi yang telah hilang itu, harus dikembalikan, atau diaktifkan kembali, ada beberapa tradisi yang hilang, padahal dapat menjadi nilai plus bagi Sitaro,” ungkapnya.
Dauhan juga mengkritisi pemerintahan sekarang yang dianggap belum maksimal membangun Sitaro, sehingga Kabupaten ini seperti berjalan ditempat.
“Kurangnya inovasi guna menggerakkan para investor untuk berinvestasi di Sitaro, dan kabupaten terlihat hanya mengandalkan uang kucuran dari APBN saja,” terang aktivis yang dikenal pro warga miskin.
Sementara itu, Bendahara Kompas Vicky Kainage menjelaskan, potensi di Sitaro ini luar biasa, khususnya pada bidang perikanan, pertanian dan kelautan serta pariwisata sebagai potensi utama. Dirinya menilai apakah potensi utama tersebut sudah optimal atau belum diupgrade lagi atau perlu suatu penguatan.
“Kami yang tergabung di Kompas, tidak saja mencermati terkait SDA, namun juga akan mensupport SDM, dimana Sitaro memiliki banyak talenta unggul dari berbagai bidang yang masih belum digali dan dikembangkan, sehingga diperlukan wadah bagi masyarakat untuk mengasah kemampuannya.
“Saya meyakini masih banyak potensi sumber daya manusia Sitaro yang belum tergali dan dikembangkan. Inilah yang menjadi tugas kita untuk mengembangkan SDM unggul di Sitaro dengan talenta yang sangat baik di berbagai bidang,” jelas Capt. Vicky (nama panggilan). (***)



