Anes Supit Sebut Reklamasi Pantai Manado Utara, Buka Ruang Bisnis Baru
MANADO, helonesia.com- masalah reklamasi pantai Manado Utara saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat antara yang menyetujui dan yang tidak menyetujui adanya pembangunan reklamasi pantai tersebut.
Anes Supit sebagai pemerhati masyarakat Manado Utara mengatakan,
perlunya pertimbangan teknik sederhana dari sudut pandang bidang geoteknik.
“Untuk menganalisa secara lebih teknis diperlukan data-data penting antara lain, analisa AMDAL, topografi, bathimetry, pasang surut, arus, gelombang, pemeriksaan geoteknik (sifat-sifat fisik dan mekanika tanah), bangunan/struktur yang akan berdiri diatas lahan reklamasi, sumber material yg akan digunakan, analisa ekonomi seperti break event point lahan reklamasi dan struktur bangunan serta usaha yang akan dilakukan lebih khusus dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah,” terang Supit. (11/05/2024).
Dirinya menjelaskan, adanya reklamasi pantai menjadi tertatanya kawasan pantai, tersedianya ruang bisnis, permukiman baru, lapangan kerja yang baru, meningkatkan arus investasi dan pengembangan ruang wisata baru.
“Tentunya mengakibatkan perubahan citra laut menjadi waterfront city, penyediaan lahan untuk berbagai keperluan (pemekaran kota), penataan atau peremajaan daerah pantai dan pengembangan wisata bahari,” ungkapnya.
Supit menceritakan, era tahun 70 hingga 90 an kita yang tinggal di utara merasakan suatu kesenjangan pembangunan, dimana pembangunan banyak di arahkan ke Selatan dan tengah Kota Manado, mulai dari Kantor pemerintah serta swasta.
“Dengan adanya pembangunan Boulevard dua adalah anugerah maha besar Tuhan. Kami masyarakat Manado Utara berterimah kasih ada investor dan pengusaha yang mau membangun daerah kita untuk maju dalam pencapaian ekonomi dan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.
Lanjut Anes, nelayan adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan, kawasan Boulevard Dua, dimana nelayan adalah inspirasi utama, investor di pesisir pantai Manado Utara pun harus menyediakan fasilitas tambatan perahu yang sangat layak, sebab mereka adalah bagian dari kehidupan warga, dan harus menjadi perhatian dan tanggung para investor dan pemerintah.
“Tidak ada penggusuran atau dampak naiknya air laut kedaratan, keseimbangan alam tetap terjaga, dan terkait AMDAL harus bisa di pertanggung jawabkan baik pada manusia dan Tuhan,” papar Supit


