Sekdinkes Sulut Diduga Terlibat Kasus Tagihan Fiktif PLN
MANADO, helonesia.com– Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdinkes) Sulawesi Utara (Sulut) dr Christofol Ririmasse, ditenggarai terkait dengan kasus tagihan fiktif PLN wilayah Suluttenggo.
Dugaan keterlibatan dokter tersebut, dikarenakan namanya tercatat dalam tagihan fiktif yang kini menghangat di PLN wilayah Suluttenggo.
Sebab, dimana dirinya, tercatat dari tahun 2019 hingga 2020 melayani para pensiunan PLN di Apotek Kimia Farma yang bertempat di RS Rantumbuysang Manado.
Dalam data yang dibeberkan Purna Karya Listrik Negara (Purlisna), wadah himpun pensiunan PLN wilayah Suluttenggo baru-baru ini, dokter disebut memberi order tagihan ke PLN wilayah dengan item obat maupun pemeriksaan.
Itu atas nama Nico Aror dan Jhony Pondaag sebagaimana disampaikan bendahara Purlisna Sammy Pontoluli.
Sammy sendiri memperlihatkan isi pesan WA dari kedua pensiunan tersebut sambil meminta agar hal ini ditelusuri. Sebab masing-masing di atas 20 juta tagihan yang harus dibayar PLN.
Mereka merasa tidak pernah memeriksakan diri ke dokter dan ke apotek tersebut, namun tercatat pada aplikasi PLN Sehat.
Inilah yang melahirkan sangkaan bahwa ada permainan antara apotek Kimia Farma, dokter Christofol serta petinggi PLN wilayah.Sebab, sudah ratusan pensiunan diduga dicatut agar uang negara dari PLN keluar.
”Yang jadi pertanyaan ke mana sebenarnya uang-uang tersebut karena bisa mencapai miliaran kalau sudah ratusan yang namanya dimanfaatkan,” kata pemerhati masalah hukum Maykel Tilung SH.
Terkait namanya masuk dalam orderan tagihan fiktif, beberapa wartawan dari media, Manado Post Digital, radarmanadoonline.com dan manadotoday.co.id, menyambangi kantor Dinas
Kesehatan provinsi Sulut di kawasan 17 Agustus, Kamis (6/4/2023), kunjungan dalam rangka meminta klarifikasi dugaan tagihan fiktif tersebut.
Namun dr Christofol sebagai sekretaris Dinas Kesehatan Sulut tetap tak bisa ditemui.
” Oh dari media, silahkan duduk dulu ya,” kata Vanny Sondakh, staf sekdis setelah mempersilahkan media masuk ruangan dan duduk di tempat tamu.
Sejurus kemudian staf yang saat itu piket di gedung kantor sekdis menuju ke lantai 2 ruangan sekdis.
Namun saat turun kembali Vanny menginformasikan bahwa dr Christofol tidak berada ditempat.
”Bapak lagi ke luar kantor nanti saja ya,” kata Vanny. (***)

