HUT Panglima Milisi Waranaey John Sondakh Berlangsung Meriah
MANADO, helonesia.com- Menginjak usia yang ke-70 tahun, John Sondakh (Cha), menggelar hari jadinya di kediamannya Rike Kota Manado. Dimana John Sondakh, merupakan Panglima Pasukan Adat Milisi Waraney, dirinya merupakan tokoh adat serya Panglima Pasukan Adat Milisi Waraney, John Sondakh, merayakan ulang tahunnya dengan penuh kehangatan di kediamannya, pada Rabu, 29 Juli 2026. Acara yang dihelat dengan penuh kekeluargaan namun sarat kemeriahan ini, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemuka agama, pejabat daerah, hingga perwakilan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, John Sondakh menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas segala dukungan dan kebersamaan yang ia terima selama ini. “Tujuh puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Segala pengalaman, suka maupun duka, serta pengabdian yang saya jalani selalu berlandaskan pada semangat menjaga persatuan, melestarikan budaya leluhur, dan menjaga kedamaian di tanah kelahiran kita,” ungkap Sondakh.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Pasukan Adat Milisi Waraney senantiasa berfungsi sebagai pelindung nilai-nilai budaya, penjaga ketertiban adat, serta mitra dalam menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat, bukan untuk tujuan lain.
Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi John Sondakh selama puluhan tahun dalam menjaga warisan budaya serta mempersatukan berbagai elemen masyarakat. Hal itu dikatakan Adri Marentek yang juga sebagai Panglima Brigade Manguni.
“Beliau adalah figur yang penuh bijaksana, selalu mengutamakan musyawarah dan persaudaraan. Semoga di usia ke-70 ini, beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan yang lebih besar lagi untuk kita semua,” ungkap Marentek.
Senada juga diungkapkan Ronny Barabas, dirinya mengatakan, John Sondakh tokoh masyarakat yang banyak memberi kebjiksanaan serta contoh bagi para muda di Sulut.
“Bagi saya, Panglima Sondakh adalah sosok orang tua, yang mengedapankan kebetsamaan,” ungkap Barabas.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan pertunjukan nyanyi yang menambah kesan meriah dan penuh keakraban dalam perayaan tersebut. (***).



