Temukan Bakat dan Karakter Karyawan, RSUD MWM Gelar Tes Fingerprint Analysis
AIRMADIDI, helonesia.com- Diprakarsai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis (MWM), guna mengetahui potensi serta karakter para staf/karyawan, maka RSUD MWM menggelar tes Fingerprint Analysis/analisa sidik jari, beberapa hari lalu.
Kegiatan yang digelar di lantai 3 RSUD MWM ini, diikuti puluhan karyawan dan dengan adanya analisa sidik jari, diharapkan pihak RS dapat menempatkan staf/karyawan dalam bekerja sesuai dengan bakat dan karakter masing-masing, hal itu diungkapkan Dirut RSUD MWM DR dr.Joice Katuuk, M.Kes.
“Dalam kegiatan tes Fingerprint Analysis ini, pihaknya menggandeng
PT. GELCC Talent Spectrum, sebagai konsultan dalam melakukan tes tersebut,” jelas Dirut Joice.
Dirinya menuturkan, RSUD MWM, yang telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka perlu penempatan posisi dalam bekerja sesuai dengan bakat dan karaker agar tercipta profesionalitas dalam bekerja.
“Program ini juga membantu menempatkan karyawan atau pegawai pada posisi yang sesuai dengan karakter dan gaya kerja mereka,” terang Dirut yang dikenal murah senyum ini.
Sementara itu, dr. Emily Ursula selaku penanggung jawab dari PT. GELCC Talent Spectrum, yang dipercayakan sebagai konsultan dalam melakukan tes mengatakan,
PT. GELCC Talent Spectrum sendiri, adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang jasa konsultasi dengan fokus pada analisis sidik jari atau Fingerprint Analyst.
“Analisis tersebut dilakukan dengan mengamati garis-garis pada sidik jari yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, membentuk pola Fingerprint Pattern. Pola ini terbentuk secara genetik sejak embrio dalam janin berusia antara 13 hingga 24 minggu, terang dr Ursula.
Lanjutnya, Program ini sebenarnya tidak membatasi usia dan berlaku untuk semua kalangan. Bagi anak-anak, program ini dapat membantu orang tua mengetahui rekomendasi sekolah yang sesuai dengan potensi yang dimiliki sang anak.
“Selain itu, program ini juga membantu menempatkan karyawan atau pegawai pada posisi yang sesuai dengan karakter dan gaya kerja mereka,” jelasnya.
Ursula menceritakan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) merupakan kabupaten pertama di Sulut yang menjadi target untuk memasukkan program ini.
“Namun, program ini juga telah berjalan di beberapa wilayah di luar Sulut, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan beberapa kota besar lainnya,” ungkap Ursula.
Dirinya menambahkan, program ini menggunakan perhitungan garis-garis epidermal pada sidik jari untuk memperoleh informasi pengenalan diri, antara lain:
Kecepatan dan ketelitian anak dalam menyerap informasi serta merespons dan bertindak.
Kebutuhan motivasi dan bawaan dasar.
Kecenderungan otak kiri atau otak kanan. 4. Profil kepribadian dalam pergaulan (ekstrovert/introvert).
Gaya belajar dan berfikir.
Gaya kerja dan pekerjaan yang sesuai.
Kekuatan intelegensi dominan dan potensi bakat yang dimiliki anak.
“Melalui analisis sidik jari, informasi tersebut dapat mengungkap potensi, kecerdasan, karakter, dan motivasi yang bersifat genetik,” paparnya,
Tujuan dari program , lanjut Emily, adalah untuk memahami potensi genetik dan mengenali bakat, potensi, kecenderungan karakter, gaya belajar, tingkat stres, serta membantu orang tua memaksimalkan potensi otak anak mereka.
“Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membantu menempatkan karyawan atau pegawai pada posisi yang sesuai dengan karakter dan gaya kerja mereka,” ungkapnya. (aji)





