Ketua KPID Sulut Imbau Media Profesional Mengawal Pilkada Serentak 2024
MANADO, helonesia.com – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Utara (KPID Sulut) Reidi Sumual S.Sos mengajak insan Pers lebih profesional dalam menyajikan berbagai informasi.
Apalagi dalam mengontrol tahapan demi tahapan jalannya pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2024 di seluruh Kabupaten/Kota di daerah Sulawesi Utara.
Imbauan ini disampaikan salah satu nara sumber notabene Ketua KPID Sulut dalam acara Media Gathering Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahun 2024 diprakarsai KPU Sulut di pusatkan di Kawasan Megamas, Rabu (01/05/24).
Kegiatan ini diikuti puluhan jurnalis, sebut saja wartawan televisi, radio, media cetak dan media online.
Juga menghadirkan narasumber diantaranya Lanny Ointu bersama Awaluddin Umbola (Komisioner KPU Sulut), Ferry Liando (Akademisi).
Menurut bung Reidi sapaan akrabnya, insan pers harus mampu menjalankan fungsi kontrol, berlaku netral apalagi dalam mengawal jalannya Pilkada serentak tahun 2024 di Sulut.
“Sebagai jurnalis jangan masuk dalam ranah tim sukses sehingga betul-betul mampu menjalankan tugas wartawan dengan profesionali karena dibutuhkan asas keadilan dalam pemberitaan,” sentil Reidi.
Menjawab pertanyaan wartawan dugaan pelanggaran media menurut Reidi Sumual, KPID bisa bertindak tegas dengan menghubungi media yang bersangkutan.
“Begitu didapati atau melihat dugaan pelanggaran dalam pemberitaan, kami langsung followup. Media harus profesional,” tambahnya.
Senada Dr Ferry Liando S.IP, MSi mengapresiasi kinerja KPU Sulut maupun KPU Kabupaten Kota yang dianggap berpengalaman, misalnya Pilkada di masa Pandemi Covid-19 bisa berlangsung dengan lancar dan aman.
Bahkan KPU Sulut dianggap berhasil dimana sekitar 83 persen partisipasi pemilu di Sulawesi Utara.
“Menyentil sengketa Pilkada misalnya, kan ada mekanisme dan tugas masing-masing, KPU selaku penyelenggara, pihak Bawaslu sebagai wasit yang mengontrol pelanggaran jika terjadi dalam tahapan Pilkada yang tengah berjalan ďi tahun 2024,” tandas Dekan Fisip Unsrat Manado yang akrab dengan wartawan.
Sementara Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) Lanny Anggriany Ointu SE juga mengingatkan para awak media ikut mengawal pelaksanaan Pilkada 2024 di Sulut.
Ointu menegaskan, media perlu mengawal tahapan Pilkada, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, didalamnya menyangkut perencanaan anggaran demi suksesnya Penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024 di Sulut.
“Teman-teman pers perlu mengawal penggunaan anggaran Pilkada serentak di Sulut, apakah yang dikelola KPU Sulut atau KPU di Kabupaten Kota, harus transparan,” terangnya.
Dia menambahkan, KPU Sulut tetap akan menggunakan Sirekab yang merupakan perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi sebagai sarana publikasi hasil perhitungan suara dan proses rekapitulasi hasil perhitungan suara Pilkada.
“Hasil perhitungan suara Pilkada di masing-masing TPS langsung dimasukan dalam Sirekab, aplikasi ini tetap digunakan sebagai alat bantu. Demikian ferivikasi faktual perhitungan suara secara berjenjang akan dilakukan, hasil perhitungan ini menjadi patokan KPU sebelum diumumkan,” terangnya.
Dari pantauan, berjejer stand-stand yang ditempati KPU seluruh Kabupaten Kota mengintari panggung utama pelaksanaan media gathering. Bahkan, pengunjung diberikan souvenir gratis saat berkunjung di stand-stand tersebut. (*/marpol)

